Dari Senin Harga Naik ke Realita Keluarga Muda: Saat Inflasi Memicu Konflik Rumah Tangga

 

Foto : Poster Film Senin Harga Naik 2026 (Source: https://www.imdb.com/)

INFOSINI SURABAYA - Film Senin Harga Naik menjadi sorotan karena menghadirkan kisah keluarga yang berhadapan langsung dengan tekanan ekonomi sehari-hari. Cerita di dalamnya menggambarkan bagaimana kenaikan harga kebutuhan hidup, beban cicilan, dan tuntutan gaya hidup dapat memengaruhi hubungan antaranggota keluarga. Dari situ, film ini tidak hanya berhenti sebagai drama keluarga, tetapi juga membuka pembacaan terhadap isu yang lebih luas, yakni financial infidelity atau ketidakjujuran finansial di dalam rumah tangga.

Isu tersebut menjadi relevan ketika dikaitkan dengan kondisi ekonomi Surabaya pada awal 2026. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Kota Surabaya mengalami deflasi sebesar -0,16 persen secara month to month pada Januari 2026, namun secara year on year inflasi tetap tercatat 3,54 persen dengan Indeks Harga Konsumen 110,10.

Sumber : INFOSINI SURABAYA

Di tingkat provinsi, Jawa Timur juga mencatat inflasi year on year sebesar 3,29 persen pada Januari 2026 dengan IHK 110,03. Angka-angka ini memperlihatkan bahwa meski ada penurunan harga sesaat, tekanan biaya hidup tetap nyata dirasakan masyarakat, terutama keluarga muda yang harus menyesuaikan pengeluaran dengan kebutuhan harian yang terus berubah.

Di sisi lain, Survei Konsumen Bank Indonesia menunjukkan bahwa keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi masih berada pada level optimis, meski cenderung menurun bertahap. Indeks Keyakinan Konsumen tercatat 127,0 pada Januari 2026, turun menjadi 125,2 pada Februari, dan 122,9 pada Maret 2026. Sementara itu, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini berada di angka 115,1 pada Januari, 115,9 pada Februari, dan 115,4 pada Maret; adapun Indeks Ekspektasi Konsumen tercatat 138,8, 134,4, dan 130,4 pada periode yang sama.

Data ini menunjukkan bahwa masyarakat masih optimistis terhadap ekonomi ke depan, tetapi optimisme tersebut tidak otomatis menghapus tekanan finansial yang hadir di tingkat rumah tangga.

Tekanan itu juga terlihat dari fluktuasi harga sembako di Jawa Timur yang terus bergerak dari hari ke hari. Sejumlah laporan menyebut harga bahan pokok seperti cabai rawit merah sempat naik Rp3.300, sementara komoditas lain juga mengalami perubahan pada periode tertentu. Bagi keluarga muda, kondisi seperti ini tidak hanya memengaruhi pola belanja, tetapi juga keputusan-keputusan finansial di rumah. Dalam situasi tersebut, financial infidelity dapat muncul ketika salah satu pihak menyembunyikan kondisi keuangan untuk menghindari konflik, namun justru memunculkan ketegangan yang lebih besar.

Karena itu, Senin Harga Naik dapat dibaca sebagai representasi sosial dari tekanan ekonomi makro yang berdampak pada keharmonisan keluarga muda di Surabaya. Film ini relevan dengan fokus penelitianmu karena menunjukkan bagaimana beban ekonomi, inflasi, dan tekanan biaya hidup dapat memengaruhi komunikasi, kepercayaan, dan stabilitas hubungan dalam keluarga. Data inflasi Surabaya, inflasi Jawa Timur, keyakinan konsumen Bank Indonesia, serta fluktuasi harga sembako dapat menjadi penguat bahwa masalah ekonomi bukan sekadar angka statistik, melainkan realitas yang benar-benar memengaruhi kehidupan rumah tangga.

Penulis: Nabilah Putri Hafzari


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persaingan Film Lebaran 2026 Memanas, Horor Masih Jadi Favorit Penonton

UPN Jatim Edu Expo 2026 Bantu Siswa SMA Tentukan Masa Depan