Siap-Siap Terpukau, Film “Para Perasuk” Karya Wregas Janjikan Pengalaman Estetika yang Luar Biasa
Poster Film “Para Perasuk” (Sumber: https://www.instagram.com/p/DSG-Wz5EjdM/?igsh=MW1janBoNXpwZm82NQ==)
INFOSINI SURABAYA - Sutradara
Wregas Bhanuteja kembali menghentak industri perfilman melalui karya
terbarunya, Para Perasuk (internasional: Levitating), Menawarkan
penyajian sinematik dengan visual yang mendobrak
batasan genre pada umumnya. Film ini baru saja
mencetak prestasi yang membanggakan
dengan meraih standing ovation dan
sambutan meriah pada penayangan perdana di Sundance
Film Festival 2026. Pencapaian
ini menjadi bukti konsistensi Wregas dalam mengangkat cerita khas Indonesia ke
dalam kualitas visual internasional yang diakui oleh para pengamat film dunia.
Dari sisi visual, Para Perasuk
menyuguhkan suasana unik bertema 'pesta kerasukan' yang penuh dengan ambisi. Wregas tidak menampilkan fenomena kesurupan sebagai
bentuk horor mistis, melainkan sebuah pertunjukan seni untuk menggambarkan
realitas sosial. Melalui kombinasi warna, komposisi gambar, dan koreografi
tubuh yang apik, penonton diajak merasakan pengalaman sinematik yang tidak
biasa namun tetap indah secara estetika.
“Film ini bukan film horor ya, karena saya
sendiri penakut. Film ini tentang obsesi manusia,” kata Wregas dalam konferensi
pers usai pratayang film “Para Perasuk” di Jakarta, Selasa.
Wregas menyampaikan film “Para Perasuk”
yang mulai proses pembuatannya dari tahun 2024 itu menggambarkan tentang obsesi
diri sendiri dan mimpi memaafkan masa lalu.
“Jadi film ini pun juga emosional,
personal, nggak cuma genre doang,” tutur dia.
Wregas menceritakan film “Para Perasuk”
itu sebagai cerminan perjalanan pribadinya, bagaimana ketertarikannya pada
dunia film sejak duduk di bangku sekolah merasakan kesenangan dalam membuat
karya visual.
Namun, rasa suka itu justru perlahan berubah menjadi obsesi, yang membuatnya menjauh dari orang-orang terdekat.
Melalui Para Perasuk, Wregas ingin
menegaskan makna spiritualitas di tengah masyarakat. Baginya, ada hubungan erat
antara manusia dengan roh di alam.
"Spiritualitas di sini berkoneksi
dengan alam gitu. Kita kadang melihatnya itu sebagai mistis roh halus tapi
sebenarnya itu adalah ibu bumi kita sendiri gitu ya. Maksudnya di sini,
roh-rohnya kenapa juga roh binatang ya karena ibu alam. Makanya itu yang kita
angkat di sini," ungkap Wregas.
Prestasi global yang
diraih film ini pun sangat memukau,
dimulai dengan memenangkan CJ ENM Award di Asian Project Market 2024
hingga mendapatkan standing ovation yang meriah di Sundance Film
Festival 2026.
Selain itu, Para Perasuk berhasil menembus World Cinema Dramatic
Competition, terpilih berkompetisi di Fantaspoa Internasional 2026,
serta masuk dalam program Marimbas Award di Miami Film Festival 43.
Daya tarik film ini semakin kuat dengan keterlibatan nama-nama besar,
termasuk menjadi debut layar lebar bagi penyanyi internasional Anggun C. Sasmi
dan kehadiran original soundtrack yang dibawakan oleh Maudy Ayunda. Skala
produksinya pun sangat besar karena melibatkan sedikitnya 1.000 orang figuran
guna menghidupkan suasana desa yang autentik. Sebagai bentuk komitmen terhadap
detail cerita, pihak produksi bahkan merilis buku saku khusus mengenai pesta
sambetan bagi para penonton yang ingin memahami lebih jauh semesta estetik yang
diciptakan oleh Wregas.
Shalwha Alyssa Mayangsari


Komentar